Dipecat Gara-gara Facebook


Senin, 27-April-2009; 12:12:30 WIB
Oleh : Team Andriewongso.com

Sebaiknya kita tidak menyalahgunakan kepercayaan orang lain atau perusahaan tempat kita bekerja. Hmmm, bagaimana jika tidak begitu? Mungkin akibatnya akan sama dengan yang diterima perempuan asal Swiss ini.

Pekan lalu, seorang perempuan asal Basle, Swiss, diberhentikan secara tidak hormat dari pekerjaannya. Alasannya sederhana. Perempuan itu bilang, dia sakit. Kondisi tubuhnya tidak memungkinkan dia untuk bekerja di depan komputer dan dia harus berbaring dalam kegelapan. Namun, apa yang terjadi? Perusahaan tempatnya bekerja (yakni perusahaan asurasi Nationale Suisse) menemukan perempuan itu online di situs jejaring sosial terkemuka, Facebook, pada hari ia mengaku sakit!

Nationale Suisse, yang merasa bahwa kepercayaan mereka disalahgunakan, langsung memberhentikan sang karyawan.

Apa reaksi perempuan itu - yang namanya tidak disebutkan oleh media massa? Katanya kepada media massa, dia mengaku tidak bersalah. Sebab, dia online dari atas tempat tidurnya, dengan menggunakan iPhone. Di sisi lain, dia merasa bahwa mantan perusahaannya itu memata-matai dia melalui identitas palsu yang ada di daftar temannya.

Pihak perusahaan tidak terpengaruh dengan pendapat itu. Logika mereka sederhana. Jika karyawannya itu "cukup sehat" untuk beraktivitas di Facebook, seharusnya ia pun cukup sehat untuk bekerja! Bagaimana pendapat Anda?

Perusahaan Sangat Membutuhkan Karyawan Profesional

Karyawan Profesional

Karyawan Profesional

Banyak karyawan yang telah lama bekerja di suatu perusahaan ataupun yang memiliki jabatan tertentu merasa dirinya sudah profesional. Benarkah hanya dengan tolok ukur kerajinan atau jabatan saja mereka sudah memenuhi kriteria sebagai karyawan profesional?

Ternyata kriteria karyawan profesional tidaklah sesederhana itu, seorang karyawan masih harus bekerja lebih keras lagi untuk dapat memenuhi kriteria profesional, baik yang sifatnya teknis maupun non teknis (seperti: watak dan karakter).

Kriteria apa saja yang harus dipenuhi untuk dapat menjadi karyawan profesional:

Mau Bekerja Keras:

Seorang profesional harus sanggup bekerja keras setiap hari, memiliki semangat dan tanggung-jawab yang tinggi untuk menyelesaikan pekerjaannya, tidak mudah mengeluh atau menyerah pada kesulitan, tidak membiasakan diri bermalas-malasan atau menunda pekerjaan yang bisa diselesaikan pada hari itu.

Menguasai Pekerjaan:

Seorang profesional harus memiliki pengetahuan yang luas mengenai bidang pekerjaannya, mengerti dengan benar bagaimana melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan, mampu mengatasi hal-hal yang sulit, mampu menyelesaikan setiap masalah (bukan memperbesar masalah atau membuat masalah baru).

Memiliki Komitmen:

Seorang profesional harus memiliki komitmen terhadap pekerjaannya. Komitmen itu rasa keterlibatan yang kuat dengan pekerjaannya. Pekerjaannya adalah bagian dari hati dan jiwanya. Karyawan yang memiliki komitmen akan merasa gelisah bila ada pekerjaannya yang belum beres.

Mampu Bekerjasama:

Seorang profesional selain mampu bekerja mandiri, juga harus mampu bekerja bersama tim. Dengan bekerja melalui tim maka ada banyak pekerjaan yang dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat..

Motivasi yang Tinggi:

Seorang profesional harus mampu memotivasi diri sendiri untuk mencapai hasil terbaik. Dan bila dia berhasil memotivasi diri sendiri, maka dia juga akan mampu memotivasi tim kerjanya.

Memiliki Intergritas yang Tinggi:

Seorang profesional harus bisa menjaga nama baiknya dengan senantiasa berkelakuan baik, menjaga nilai-nilai kejujuran dan moral yang positif. Seorang karyawan profesional pantang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya (kakayaan, kedudukan, dll) dengan cara instan.

Memiliki Loyalitas:

Seorang profesional memiliki loyalitas yang tinggi terhadap pekerjaannya, tidak bekerja setengah hati, semua pekerjaannya diselesaikan dengan sungguh-sungguh. Seorang karyawan profesional selalu mencintai pekerjaannya, tidak menganggapnya sebagai suatu kewajiban atau beban.

Membedakan Kepentingan Kantor dan Pribadi:

Seorang profesional harus bisa memisahkan antara kepentingan kantor dan kepentingan pribadi. Masalah pribadi sebaiknya tidak dibawa ke kantor supaya tidak mengganggu konsentrasi kerja. Fasilitas kantor janganlah dipakai untuk kepentingan pribadi, terlebih lagi dengan sengaja membawa pulang barang-barang kantor untuk kepentingan pribadi di rumah.

Sumber : http://karyawansukses.com

Trend Karyawan Masa Kini

by makuranososhi » Thu Nov 04, 2004 10:59 am

Trend Karyawan Masa Kini

Seperti halnya dunia mode, kriteria karyawan di perusahaan juga mengenal 'trend'. Kalau dulu perusahaan cukup puas dengan karyawan yang mampu dan rajin bekerja, belakangan ini karyawan harus memiliki sepaket modal yang lebih complete untuk menjadi sumber daya yang diandalkan.

Memang, menjadi karyawan yang diandalkan tidaklah mudah. Dan hanya pribadi yang bisa mengikuti trend karyawan masa kini lah yang bisa bertahan di era globalisasi ini.Mau tau nggak, kaya apa sih sih trend karyawan masa kini?

Bagi yang pengin tau jawabannya, coba simak point-point penting berikut ini:

Inisiatif, inovatif, dan kreatif
Bagaimanapun perusahaan lebih menyukai karyawan yang inisiatif dan inovatif. Karena umumnya, mereka yang penuh inisiatif dan inovatif mampu menciptakan terobosan-terobosan baru yang bermanfaat bagi perusahaan. Terlebih di jaman global saat ini, perusahaan tidak bisa mengandalkan karyawannya yang patuh tetapi pasif. Karyawan yang inisiatif, inovatif plus kreatif lebih menarik bagi banyak perusahaan. Tentu saja sepanjang bisa memberikan kontribusi bagi perusahaan.

Tidak mudah stres dan bisa having fun
Karyawan yang andal selalu gigih dalam bekerja. Mereka tidak mudah menyerah dan putus asa. Dan karyawan-karyawan yang tidak mudah putus asa juga tidak mudah stres. Dalam bekerja mereka bisa enjoy dan bisa having fun. Mereka sangat menikmati pekerjaan seperti halnya menikmati hidup. Mereka-mereka inilah yang bisa bertahan dengan karirnya. Karena mereka bisa menghayati dan melakukan pekerjaan tanpa sedikitpun merasa terbebani.

Kompetitif
Jaman sekarang, mau nggak mau karyawan harus memiliki jiwa dan sikap kompetitif yang tinggi. Apalagi kini persaingan semakin ketat dan sengit. Anda yang berjiwa kompetitif bisa menjadi petarung yang hebat. Dengan jiwa kompetitif, anda juga akan lebih peka terhadap persaingan yang ada. Sehingga anda nggak akan ngeper menghadapi persaingan apapun.

Supel
Pribadi yang supel, biasanya bisa diterima di lingkungan manapun. Termasuk, di lingkungan kerja. Karyawan yang supel mudah diterima oleh atasan maupun rekan kerja. Pribadi yang mudah bergaul mampu menyesuaikan diri dengan siapa saja yang baru dikenalnya. Nggak heran kalau orang yang supel selalu banyak teman. Rata-rata orang di lingkungannya mengenalnya dengan baik. Sikap supel ini membuat anda mudah meraih simpati dari rekan-rekan di lingkungan kantor anda, termasuk simpati atasan.

Cerdas
Apapun bidang yang anda geluti, untuk bisa sukses anda harus smart. Caranya tentu saja anda jangan pernah berhenti belajar. Belajar, belajar, dan belajar adalah satu kata agar anda menjadi ahli di bidangnya. Selain itu dengan belajar, intelegensia anda akan semakin terasah. Dan hal ini membuka peluang bagi anda untuk menjadi karyawan yang diandalkan plus dipertahankan.

Bermoral
Moral yang baik, sejak dulu hingga kini selalu dibutuhkan dimanapun berada. Terlebih di lingkungan kerja. Karena percuma saja kalau anda cerdas, cakap, ahli, dan mampu kalau moral anda negatif. Anda tidak akan pernah bisa dipercaya jika anda tidak punya etika dan punya moral korupsi.

Jangan gatek
Di jaman teknologi informasi, karyawan yang tidak mengerti teknologi sama sekali jelas bukanlah karyawan yang diharapkan oleh perusahaan. Saat teknologi terus berkembang anda dituntut untuk mengikuti perkembangannya. Karena hal ini berkaitan dengan karir anda. So, jangan sampai anda menjadi karyawan yang gatek (gagap teknologi). Bagaimana anda bisa diandalkan di kantor jika anda tidak bisa mengoperasikan komputer dan tidak mengerti internet?

Ingat, semakin lama, kriteria perusahaan terhadap karyawannya akan semakin tinggi. Maka jangan pernah berhenti untuk mengasah kemampuan, intelegensia, keahlian, kecakapan dan moral anda. Satu lagi hal yang tak kalah penting, jagalah kesehatan! Lagipula sejak dulu mana ada sih perusahaan yang mau beresiko menerima karyawan yang sakit-sakitan? Secanggih apapun otak anda, anda akan sulit maju jika tidak sehat. So, jaga, peliharalah, dan tingkatkan semua hal berharga milik anda. Nah, sudahkah anda menjad karyawan masa kini?[/i]